KOLAKA UTARA, – Kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid An-Nur di Kolaka Utara (Kolut) yang merugikan negara sebesar Rp 1.051.398.100 menuai protes keras dari kalangan mahasiswa.

Forum Gerakan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Forgema Sultra) menuding Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka Utara melakukan praktik “tebang pilih” dalam penetapan tersangka.

Protes tersebut disampaikan Forgema melalui surat terbuka yang dilayangkan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin dan jajaran Kejaksaan pada Selasa (28/10).

Ketua Umum Forgema Sultra, Abdul Rahman, menyatakan penetapan tiga tersangka—termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Taufiq S.—belum menjawab tuntas rantai pertanggungjawaban di balik mangkraknya proyek rumah ibadah ini.