KENDARI – Ketua Harian KONI Sulawesi Tenggara Dr. H. Sofyan, S.E., M.M., mengecam penggunaan diksi dalam kritik anggota DPR RI Ridwan Bae terhadap Gubernur Mayjen TNI (purn) H Andi Sumangerukka, SE.,MM., (ASR).

Sofyan meminta penilaian terhadap pemerintah disampaikan secara terukur dengan memperhatikan pekerjaan yang sedang berjalan, termasuk dukungan terhadap fasilitas dan pembinaan olahraga.

Ia menyoroti ungkapan “tidur di meja” yang digunakan dalam kritik tersebut. Menurut Sofyan, pengawasan seharusnya membantu memperjelas persoalan dan mendorong penyelesaiannya.

“Kritik silakan keras, tetapi datanya harus jelas. Saya keberatan dengan diksi ‘jangan terlalu banyak tidur di meja’. Ungkapan seperti itu tidak menjelaskan pekerjaan mana yang dianggap gagal atau apa yang harus diperbaiki,” ujar Sofyan, kepada Perdetiknews.com, Selasa 28 Oktober 2026.

Kritik Ridwan Bae disampaikan dalam kegiatan reses di Kabupaten Buton Tengah pada 19 Oktober 2026.

Berdasarkan pemberitaan Kendariinfo, Ridwan meminta gubernur lebih sering menemui masyarakat agar tidak hanya mengandalkan laporan jajaran pemerintah daerah.

Ridwan juga menyoroti perlunya rapat koordinasi gubernur bersama kepala daerah untuk membahas persoalan masyarakat dan pembagian kewenangan. Saat dikonfirmasi pada 27 Oktober 2026, ia menjelaskan maksud kritiknya.

“Saya tidak bermaksud mengerdilkan ASR, saya hanya mengimbau supaya ASR sering turun lapangan,” kata Ridwan kepada Kendariinfo.

Sofyan menyatakan kegiatan gubernur di lapangan juga perlu diperhitungkan. Salah satunya peninjauan kesiapan revitalisasi fasilitas olahraga di kawasan KONI Sultra pada 12 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, ASR memeriksa kesiapan kontraktor, ketersediaan peralatan, tenaga kerja, dan kebutuhan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Tahapan persiapan mencakup pemeriksaan serta pengukuran bersama untuk mencocokkan kondisi lapangan dengan dokumen perencanaan dan kontrak.

Pekerjaan fisik dijadwalkan mulai 13 Oktober 2026 dengan masa pelaksanaan 80 hari. Revitalisasi mencakup lapangan golf dan driving range, tenis indoor dan outdoor, softball, padel, kolam renang, basket, area skateboard, serta renovasi gedung Kantor KONI Sultra.

Menurut Sofyan, pembenahan tersebut merupakan salah satu program ASR yang perlu didukung karena berkaitan dengan kebutuhan latihan atlet dan akses masyarakat terhadap sarana olahraga.

“Bagi kami, perhatian gubernur terhadap fasilitas olahraga perlu diikuti pelaksanaan yang tepat waktu, mutu pekerjaan yang baik, dan pemanfaatan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Itulah yang harus kita kawal bersama,” katanya.

Dukungan Pemprov Sultra juga diwujudkan melalui pemberian bonus kepada atlet berprestasi. Pada 24 Maret 2025, pemerintah provinsi mencairkan bonus sekitar Rp6 miliar bagi atlet Sultra peraih medali pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara.

Dalam kesempatan tersebut, ASR menyampaikan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan perhatian terhadap kehidupan atlet setelah masa aktif bertanding.

“Kami ingin memastikan para atlet memiliki masa depan yang jelas,” ujar ASR sebagaimana dikutip ANTARA.

Pada 30 April 2026, bonus senilai Rp310 juta juga disalurkan kepada sembilan atlet peraih medali PON Bela Diri 2025 di Kudus, dana tersebut ditransfer langsung ke rekening penerima.

Dua atlet peraih perak masing-masing menerima Rp50 juta, sedangkan tujuh peraih perunggu memperoleh Rp30 juta per orang.

Berdasarkan keterangan Bendahara KONI Sultra dalam laporan tersebut, dana bonus bersumber dari hibah Pemprov Sultra.

Perhatian terhadap keberlanjutan pembinaan turut disampaikan ASR saat membuka Rakerprov KONI Sultra pada 25 Januari 2026.

Ia meminta program kerja disusun secara terukur, menjaga pendidikan formal atlet, dan memperhatikan kehidupan mereka setelah tidak lagi aktif bertanding.

Sofyan menegaskan dukungan kepada gubernur tetap disertai tanggung jawab mengawasi pelaksanaan program.

“Kalau pelaksanaannya bermasalah, tentu harus dikoreksi. Tetapi pekerjaan yang sedang berjalan juga harus dinilai secara adil,” ujarnya.

Ia berharap Ridwan Bae turut memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk kebutuhan olahraga Sultra.

“Kami menghormati posisi Bapak Ridwan Bae sebagai anggota DPR RI. Kami berharap pengalaman dan kewenangan beliau juga dapat membantu memperjuangkan dukungan pusat untuk kebutuhan olahraga Sulawesi Tenggara,” katanya.

Sofyan berharap perbedaan pandangan tetap diarahkan pada kebutuhan masyarakat. Ia meminta pemerintah daerah dan wakil rakyat sama-sama membuka pekerjaan serta hasil yang diperjuangkan kepada publik.

“Mari buka pekerjaan masing-masing kepada publik. Pemerintah daerah menjelaskan program dan pelaksanaannya. Wakil rakyat menjelaskan pengawasan serta dukungan yang diperjuangkannya. Biarkan masyarakat menilai berdasarkan hasil,” katanya.

 

Editor: Ixan