KENDARI, – Kesunyian kawasan Bat-Bat di sekitar pintu gerbang kedua Masjid Al Alam, Kendari, mendadak terusik pada Minggu (1/11/2026) dini hari. Di balik remang lampu jalan dan semilir angin laut, ruang publik yang biasa dijadikan tempat bersantai warga mendadak berubah mencekam akibat ulah sekelompok pemuda.

Sekitar pukul 00.30 WITA, rasa cemas para pengunjung memuncak kala aksi pemalakan mulai terjadi. Tak sekadar meminta uang secara paksa kepada warga yang sedang berkumpul, para pelaku juga nekat melontarkan ancaman menggunakan senjata tajam berupa parang dan busur.

Beruntung, laporan warga dengan cepat direspons oleh Tim Patroli Perintis Polda Sulawesi Tenggara yang dipimpin Dantim Aipda Baskar Basra.

Menindaklanjuti aduan tersebut, tim patroli bergerak cepat menyisir tempat kejadian perkara. Setibanya di lokasi, petugas langsung meredam potensi bahaya dan mengamankan lima pemuda yang diduga kuat menjadi dalang keresahan pengunjung.

Dalam proses penangkapan yang berlangsung tegang di tepi pantai, dua di antara pelaku sempat berupaya menghilangkan barang bukti dengan melempar senjata tajam parang dan busur ke dalam laut. Meski penyisiran di sekitar perairan tak membuahkan hasil pengangkatan senjata tajam, petugas berhasil menyita uang tunai senilai Rp262.000 yang diduga hasil pemalakan, serta tas dan jaket milik para pelaku.