BUTON – Komitmen Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Suwandi Andi, dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Buton kembali diwujudkan melalui fasilitasi program bantuan 11.000 gulung benang dan pelatihan pengembangan motif bagi pengrajin Tenun Wabula di Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton.
Program yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Disperindag Kabupaten Buton dan Dekranasda Kabupaten Buton tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat industri kreatif berbasis budaya lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sebagai Anggota DPRD Sulawesi Tenggara periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi, Suwandi Andi menegaskan dirinya akan terus memperjuangkan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurut Suwandi, Tenun Wabula bukan hanya warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat apabila didukung melalui kebijakan yang tepat.
“Alhamdulillah, melalui fasilitasi anggaran ini, sebanyak 11 ribu gulung benang dapat disalurkan kepada para pengrajin, disertai pelatihan motif agar kualitas tenun Wabula semakin meningkat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Suwandi.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan bahan baku, tetapi menjadi investasi bagi keberlanjutan usaha para penenun yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di Wabula.
Suwandi berharap para pengrajin dapat memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan motif-motif baru tanpa meninggalkan nilai budaya khas Buton.
Dengan demikian, Tenun Wabula tidak hanya dikenal sebagai produk tradisional, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh pemberdayaan masyarakat melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk industri tenun tradisional.
“Kami ingin pengrajin naik kelas. Tidak hanya mampu memproduksi kain berkualitas, tetapi juga mengembangkan produk turunan seperti tas, busana, aksesori, hingga produk fesyen yang memiliki nilai jual tinggi. Ketika usaha masyarakat berkembang, lapangan kerja akan terbuka dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” katanya.
Suwandi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Gubernur Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka serta Disperindag Sultra yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan industri berbasis potensi lokal.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi kunci agar program-program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Suwandi menyatakan akan terus mengawal berbagai program pemberdayaan ekonomi di wilayah Kepulauan Buton, mulai dari penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan sektor ekonomi kreatif yang berbasis pada kekayaan budaya daerah.
“Bagi saya, amanah sebagai wakil rakyat adalah memastikan setiap kebijakan dan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Selama program itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, saya akan terus memperjuangkannya,” tegasnya.
Melalui program bantuan benang dan pelatihan motif ini, Suwandi berharap Tenun Wabula semakin berkembang menjadi produk unggulan Sulawesi Tenggara yang membanggakan, sekaligus menjadi sumber penghasilan yang mampu meningkatkan taraf hidup para pengrajin dan keluarganya.
Editor: San


Tinggalkan Balasan