KENDARI – Persoalan dugaan penyerobotan lahan warga di Kelurahan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kembali mencuat. Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Sulawesi Tenggara (GEMPUR SULTRA) menggelar demonstrasi di depan Kantor PT Tadisangka, kemudian mendatangi kantor Fajar S. Tanawali yang disebut dalam persoalan lahan tersebut, Kamis (6/8/2026).
Lahan yang menjadi objek persoalan itu diklaim sebagai milik Nurminah berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun, di lapangan muncul dugaan adanya penguasaan oleh pihak lain.
Kondisi tersebut kemudian mendorong GEMPUR SULTRA meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan untuk memastikan status dan penguasaan lahan tersebut.
Dalam aksi tersebut, massa meminta penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan dan independen. Mereka juga meminta seluruh pihak yang disebut dalam persoalan lahan diperiksa sesuai ketentuan hukum.
Saat berdialog dengan massa, pihak PT Tadisangka menyatakan tidak mengetahui persoalan lahan yang disengketakan tersebut.



Tinggalkan Balasan