KENDARI – Sorotan terhadap proses pengadaan proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengemuka. Persoalannya bukan hanya soal siapa yang menang tender, tetapi bagaimana proses evaluasi, tender ulang, hingga pengawasan terhadap seluruh tahapan pengadaan berjalan.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kolaka Timur, Ir. Ilham P. Amir, menilai tender yang berulang dan perubahan hasil evaluasi dapat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Persoalan apa yang terjadi hari ini di biro pengadaan, di mana diadakannya berkali-kali itu lelang, kan menimbulkan pertanyaan,” kata Ilham.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi internal. Ia menilai pejabat yang bertanggung jawab terhadap pengadaan harus memiliki pemahaman dan pengalaman yang cukup mengenai regulasi tender.

“Jangan sampai kepala biro pengadaan itu lebih pintar pokja-pokjanya daripada dia,” ujarnya.