KENDARI — Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menerima aspirasi massa aksi mahasiswa terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kantor Balai Kota Kendari, Kamis (17/9/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan dan Asisten I Setda Kota Kendari Adriana Musarudin.

Dalam dialog tersebut, massa aksi menyampaikan keluhan mengenai kelangkaan BBM bersubsidi yang dinilai berdampak pada aktivitas masyarakat. Mereka menyoroti antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kendari yang mengganggu pengguna kendaraan dan berpotensi memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Mahasiswa juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret. Selain persoalan BBM, mereka menyampaikan sejumlah isu lain, seperti infrastruktur, lingkungan, dan tata ruang kota.

Massa turut meminta pengawasan ditingkatkan terhadap praktik pembelian BBM secara berulang serta penggunaan kendaraan atau tangki berkapasitas besar yang dinilai dapat memengaruhi ketersediaan BBM bagi masyarakat. Mereka juga mengusulkan alternatif penanganan berupa pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor, seperti sistem ganjil-genap yang diterapkan di sejumlah daerah.

Massa aksi berharap aspirasi tersebut tidak berhenti pada dialog, tetapi ditindaklanjuti melalui kebijakan dan langkah nyata sesuai kewenangan pemerintah.