Ia mengaku mendapat informasi dari warga sekitar bahwa salah seorang remaja yang diduga terlibat masih beberapa kali terlihat berada di sekitar lingkungan rumah orang tuanya, meski sudah tidak lagi menetap di lokasi tersebut.
“Itu anak juga masih berkeliaran di lorongnya. Saya dengar dari tetangga di sekitar rumah mama saya,” ujarnya.
Menurut S, polisi bahkan sempat mengetahui keberadaan remaja tersebut. Namun, saat petugas mendatangi lokasi untuk mengamankannya, yang bersangkutan sudah lebih dulu meninggalkan tempat.
“Katanya polisi sempat tahu keberadaannya. Pas datang untuk ambil anak itu, ternyata sudah tidak ada di situ,” ungkapnya.
Meski demikian, S mengaku dirinya bersama sang suami tetap memercayakan penanganan perkara kepada pihak kepolisian. Ia berharap pelaku segera ditangkap agar kasus tersebut dapat segera menemui titik terang.
“Jadi saya dan suami cuma bisa tunggu hasil kerjanya polisi saja,” tutupnya.
sumber: kendari.info



Tinggalkan Balasan