KENDARI – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Advokat dan Pengacara Republik Indonesia (FAPRI) Sulawesi Tenggara, Didit Hariadi, S.H., S.Sos., CMCL, mendesak pemerintah mengevaluasi pelayanan PT PLN (Persero) menyusul pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat Kota Kendari.
Didit menilai pemadaman yang berlangsung berulang kali telah mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pengalaman yang disampaikannya, pemadaman listrik di sejumlah wilayah disebut dapat berlangsung sekitar 7 hingga 8 jam dalam sehari.
Ia mengaku turut merasakan dampak pemadaman tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya terus-menerus menerima kondisi itu tanpa kepastian mengenai penyebab, durasi, dan kapan pasokan listrik kembali normal.
“Pemadaman listrik bergilir sangat meresahkan masyarakat. Saya pribadi juga terdampak. Kota Kendari yang berada di provinsi penghasil nikel besar di Indonesia, justru masih merasakan pemadaman listrik bergilir. Ini ironis,” kata Didit.




Tinggalkan Balasan