Kolaka – Seorang pria bernama Idul Bin Dia yang menjadi tersangka kasus pencurian handphone (HP) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), diusulkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka menjalani kegiatan sosial membersihkan masjid selama satu bulan melalui mekanisme restorative justice (RJ).

Usulan tersebut dibahas dalam Expose Restorative Justice Mandiri yang dipimpin Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sultra, Dr. Darmukit, di Kantor Kejati Sultra, Senin (27/7/2026).

Tersangka dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) setelah diduga mengambil satu unit HP milik korban bernama Kasman yang tertinggal di dalam kamar rumah korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp3,4 juta.

Dalam expose tersebut dijelaskan perkara memenuhi syarat untuk diselesaikan melalui mekanisme RJ. Tersangka diketahui baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman hukumannya tidak melebihi lima tahun penjara, serta telah tercapai kesepakatan damai tanpa syarat dengan korban.

Selain itu, tersangka mengakui kesalahannya, menyesali perbuatannya, dan berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa.