Badung – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto mendorong pengolahan rumput laut di dalam negeri hingga menjadi produk akhir. Ia menilai ekspor rumput laut dalam bentuk bahan ekstrak mentah belum memberikan nilai tambah maksimal bagi Indonesia.

Hal itu disampaikan Titiek saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IV DPR RI di Badung, Bali, Jumat (18/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia meninjau pameran dan berbagai olahan produk perikanan.

Titiek menyoroti bahan ekstrak rumput laut yang diekspor ke India untuk diolah menjadi pupuk organik cair. Menurut dia, Indonesia seharusnya mengolah komoditas tersebut hingga menjadi produk jadi sebelum memasarkannya ke luar negeri.

“Kita tuh di Indonesia begitu banyak seaweed rumput laut bisa tumbuh di segala perairan. Ini bisa menghasilkan biang seaweed ekstrak diekspor ke India, dari India kemudian diolah lagi jadilah pupuk cair organik. Kenapa hanya biangnya saja yang diekspor ke India? Maksudnya kita diolah di sini, pupuknya ini sudah jadi baru diekspor,” ujar Titiek, dikutip dari E-Media DPR RI, Senin (21/9/2026).

Ia menilai pengolahan rumput laut sampai produk akhir sejalan dengan agenda pemerintah untuk mempercepat hilirisasi industri. Titiek berharap produk yang diekspor dari Indonesia bukan lagi sekadar bahan dasar, melainkan barang jadi yang mampu dikerjakan oleh pelaku usaha di dalam negeri, termasuk UMKM di Bali.