Kolaka Utara – Sebanyak 11 tahanan Kepolisian Resor (Polres) Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan melarikan diri dari ruang tahanan pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Para tahanan tersebut berhasil kabur setelah diduga kuat membobol sel tahanan menjelang waktu subuh dan kini seluruhnya telah resmi ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
Penerbitan status buron tersebut tertuang dalam surat Nomor: DPO/S-34/VII/2026/Satreskrim/Polres Kolaka Utara/Polda Sulawesi Tenggara yang dikeluarkan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, Ipda Maharani.
Adapun identitas ke-11 tahanan yang kabur tersebut adalah Nasrudin (37), Sahrul (25), Taslim (35), Rama Fitrah (28), Paril (19), Muh. Idris (23), Ilham alias Ilo (37), Junaedi (23), Agrifaldi (32), Muh. Sidiq (25), dan Irwan S. (50).
Berdasarkan informasi terpercaya yang dihimpun dari akun Instagram @sultrafeeds, para tahanan diduga mampu meloloskan diri setelah berhasil menggergaji jeruji besi sel.
Alat gergaji tersebut diduga kuat diselundupkan oleh pihak keluarga melalui makanan saat jam besuk tahanan berlangsung. Kendati demikian, dugaan mengenai modus penyelundupan gergaji ini masih menunggu konfirmasi resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Buntut dari insiden kecolongan ini, petugas kepolisian yang berjaga di ruang tahanan pada malam kejadian dikabarkan langsung diperiksa secara intensif.
Pemeriksaan dilakukan oleh pihak internal untuk mengungkap kronologi pasti serta melihat adanya potensi kelalaian atau unsur lain di balik kaburnya belasan tahanan tersebut.
Sementara itu, aparat kepolisian Polres Kolut langsung bergerak cepat melakukan pengejaran skala besar di lapangan. Sejumlah ruas jalan utama dan akses keluar masuk perbatasan wilayah Kabupaten Kolaka Utara kini diperketat guna mempersempit ruang gerak para buronan yang tengah melarikan diri.

Ketatnya razia di jalur pelarian ini diakui oleh salah seorang warga Lasusua bernama Aris (28).
Dirinya mengaku sempat dihentikan dan diperiksa oleh petugas saat sedang melintas di Jalan Bypass Tobaku–Lasusua pada Kamis siang karena polisi tengah sibuk melakukan pelacakan kendaraan di jalanan.
“Tadi polisi banyak sibuk mencari. Bahkan, ada beberapa kendaraan juga hilang. Sepertinya itu digunakan pelaku,” ungkap Aris. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari pihak kepolisian masih terus bersiaga dan melakukan pengejaran intensif di berbagai titik yang dicurigai sebagai tempat persembunyian para tahanan. (red)




Tinggalkan Balasan