Gorontalo – Presiden Prabowo Subianto menyoroti arah pembangunan ekonomi nasional yang dinilainya masih belum merata. Prabowo menegaskan komitmen politiknya untuk terus berjuang agar roda perekonomian bangsa sepenuhnya berpihak dan memperkuat masyarakat di lapisan bawah.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan sambutan pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Di hadapan ribuan petani dan nelayan, Prabowo menyampaikan harapannya terkait pemerataan hasil kekayaan alam Indonesia.
“Dan kita semua berharap suatu saat di kelak kemudian hari kekayaan yang ada dinikmati segelintir orang akan pelan-pelan netes ke bawah,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Keinginan Presiden Prabowo agar kue perekonomian bisa dinikmati secara merata bukan tanpa alasan. Ia menceritakan kembali pengalamannya sewaktu menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Kala itu, Prabowo mengamati adanya kecenderungan pendekatan ekonomi yang sangat berkiblat pada prinsip neoliberalisme. Paham tersebut dinilai keliru karena menyerahkan kesejahteraan dan hajat hidup orang banyak sepenuhnya pada mekanisme pasar bebas tanpa kontrol negara.
“Saya mengatakan dalam hati saya, ini salah besar. Ini tidak mengerti apa arti negara. Tidak mengerti apa arti bernegara. Tidak mengerti kenapa kita mau merdeka,” tegas Prabowo di atas podium.
Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar simbol kebebasan dari penjajahan fisik, melainkan jaminan bagi rakyat untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Bagi Prabowo, seluruh instrumen politik dan lembaga negara seperti DPR hingga DPD tidak akan ada artinya jika rakyat kecil tetap hidup dalam kesusahan.

Berikut adalah tiga fokus pemenuhan hak dasar masyarakat yang menurut Presiden harus diperjuangkan oleh negara:
Akses Pendidikan: Menjamin pendidikan bermutu bagi seluruh anak bangsa.
Layanan Kesehatan: Menyediakan fasilitas medis yang layak dan mudah dijangkau.
Tempat Tinggal: Memastikan masyarakat memiliki hunian yang memadai.
Prabowo juga menutup pidatonya dengan menegaskan alasan pribadinya mengapa ia terus bertahan di dunia politik demi memperjuangkan nasib rakyat dari level terbawah. “Karena itulah saya bertekad, saya berjuang. Saya terus di politik. Kalah, saya maju lagi. Kalah, maju lagi. Karena saya melihat belum ada usaha besar dari elit Indonesia untuk memperkuat rakyat Indonesia dari bawah,” pungkasnya.
(pdk)




Tinggalkan Balasan