KENDARI, perdetiknews.com — Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) secara resmi membuka rangkaian agenda Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026 melalui seremoni Kick Off strategis bertajuk “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas”.
Hajatan akbar yang dirangkaikan dengan program Training of Trainers (ToT) Duta Literasi Keuangan ini dipusatkan di Auditorium Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari.
Langkah berkelanjutan dari OJK Sultra ini menempatkan kelompok mahasiswa sebagai motor penggerak (agent of change) utama yang dinilai cakap dan strategis untuk memperluas jangkauan pemahaman finansial di tengah masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menjelaskan bahwa penguatan literasi keuangan digital mutlak diperlukan seiring dengan masifnya penetrasi inovasi teknologi sektor jasa keuangan saat ini.
Di satu sisi, transformasi digital memang memperlebar keran aksesibilitas publik terhadap layanan finansial, namun di sisi lain, fenomena ini membawa klaster risiko baru yang wajib diwaspadai oleh generasi muda sebagai dominator struktur demografi Indonesia.
“Peningkatan literasi keuangan digital menjadi sangat penting agar mahasiswa mampu memanfaatkan layanan keuangan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab serta menjadi duta literasi keuangan di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat,” urai Bismi Maulana.
Apresiasi tinggi juga dilayangkan oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat UHO, Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si. Dirinya menilai momentum kolaboratif ini sangat krusial dalam membentengi kapasitas mahasiswa dari ancaman kejahatan siber berbasis finansial yang kerap menjerat usia produktif akibat minimnya edukasi hukum agraria dan tata kelola uang pribadi.
Jalannya forum edukasi ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh sedikitnya 252 mahasiswa. Mereka merupakan representasi delegasi dari berbagai kampus ternama di Bumi Anoa, antara lain Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Kendari, IAIN Kendari, Universitas Sulawesi Tenggara, Institut Sains dan Teknologi Aisyiyah Kendari, serta Universitas Mandala Waluya. Ratusan peserta ini pun langsung dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan Sulawesi Tenggara.

Guna menghadirkan pemahaman yang komprehensif, OJK turut menggandeng instansi strategis seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulampua, Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sultra, serta Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Ragam materi krusial dikupas tuntas, mulai dari manajemen keuangan mandiri, identifikasi investasi berdasarkan profil risiko, fungsi penjaminan simpanan perbankan, hingga mitigasi jeratan aktivitas keuangan ilegal.
OJK juga mempertegas imbauan agar publik selalu memegang teguh formula 2L (Legal dan Logis) sebelum memutuskan untuk menggunakan produk keuangan atau berinvestasi. Legal berarti memastikan keabsahan izin operasional lembaganya di bawah pengawasan otoritas resmi, sedangkan Logis merujuk pada penilaian rasionalitas atas imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan.
Sebagai instrumen pengaman perlindungan konsumen di hilir, OJK memperkenalkan sejumlah kanal layanan digital yang dapat diakses secara cepat dan terintegrasi oleh masyarakat. Wadah tersebut meliputi Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), posko penanganan siber Indonesia Anti-Scam Center (IASC), serta platform iDebKu guna keperluan pelacakan informasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Rangkaian BLK 2026 ini dijadwalkan bakal bergulir secara maraton sepanjang Mei hingga Agustus 2026. Dengan mengandalkan sinergi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang melibatkan pemerintah daerah, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), lembaga pendidikan, dan media massa, OJK optimis inisiatif kolaboratif ini mampu memperkuat ketahanan finansial masyarakat demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.




Tinggalkan Balasan