KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia mengubah arah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari sekadar meningkatkan produksi menjadi membangun daya saing global. Produk-produk unggulan daerah seperti hasil laut, kopi, pangan olahan, kerajinan, wastra, hingga kuliner kini dipersiapkan agar mampu menembus pasar internasional melalui penguatan kualitas, digitalisasi, pembiayaan, dan akses ekspor.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sultra Maimo 2026, yang menjadi wadah kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri jasa keuangan, dunia usaha, akademisi, dan komunitas dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih maju, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M. menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Menurutnya, paradigma pengembangan UMKM kini harus berubah. Tidak cukup hanya menghasilkan produk, tetapi juga memastikan setiap produk memiliki nilai tambah, memenuhi standar mutu, memanfaatkan teknologi digital, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Pengembangan UMKM bukan lagi sekadar program pemberdayaan masyarakat, tetapi telah menjadi strategi pembangunan ekonomi daerah untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri kreatif, dan mengoptimalkan potensi unggulan Sulawesi Tenggara,” ujar Andi Sumangerukka.

Salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah percepatan digitalisasi. Gubernur mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang terus memperluas implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai instrumen pembayaran digital bagi pelaku UMKM.

Hingga Triwulan II Tahun 2026, jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara telah mencapai sekitar 350 ribu pengguna, tumbuh 23,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah merchant mencapai lebih dari 267 ribu pelaku usaha, meningkat 28,49 persen (year on year) dengan volume transaksi menembus 5,23 juta transaksi.

Selain digitalisasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga memperkuat akses pasar melalui pembentukan Gerai Ekspor Sultra (GETRA) yang digagas bersama Bank Indonesia, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

GETRA diproyeksikan menjadi pusat layanan terpadu yang menyediakan konsultasi ekspor, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi pemasaran internasional bagi pelaku UMKM.

Gubernur mengajak seluruh pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas tersebut agar mampu memahami prosedur ekspor, meningkatkan kualitas produk sesuai standar internasional, sekaligus memperluas akses menuju pasar global.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi mengatakan Sultra Maimo bukan sekadar festival tahunan, melainkan sebuah gerakan bersama membangun ekosistem UMKM yang saling terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, keberhasilan UMKM hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, Bank Indonesia, OJK, industri jasa keuangan, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga media.

“Kolaborasi menjadi kunci agar UMKM Sulawesi Tenggara mampu berkembang, memperoleh akses pembiayaan, memanfaatkan digitalisasi, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produknya,” kata Edwin.

Sebagai implementasi nyata kolaborasi tersebut, Sultra Maimo 2026 menghadirkan berbagai kegiatan strategis, di antaranya showcasing produk UMKM unggulan, Business Matching, Sultra Trade Forum, Festival Kuliner, Coffee Competition, Kompetisi Model Bisnis Sirkular, hingga Fashion Show Wastra.

Berbagai agenda tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga dirancang menghasilkan transaksi bisnis, memperluas jejaring kemitraan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, sekaligus membuka peluang ekspor bagi produk-produk unggulan Sulawesi Tenggara.

Sultra Maimo 2026 yang berlangsung di The Park Kendari pada 2–9 Agustus 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya UMKM Sulawesi Tenggara yang tidak lagi hanya menguasai pasar lokal, tetapi mampu bersaing di pasar global.

Sebagai bagian dari komitmen memperkuat ekonomi digital, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara juga akan menggelar Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 pada Agustus mendatang. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dan pelaku UMKM akan mendapatkan edukasi serta pendampingan mengenai pemanfaatan sistem pembayaran digital yang aman, mudah, dan efisien.

Dengan penguatan kualitas produk, transformasi digital, akses pembiayaan, hingga pembukaan jalur ekspor melalui GETRA, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia optimistis UMKM Sultra tidak lagi menjadi “jago kandang”, tetapi mampu menjadi pemain baru di pasar internasional serta memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Editor: San

19 / 100 Skor SEO