Kendari – Siapa sangka kotoran ternak yang selama ini dianggap beban lingkungan justru bisa menjadi ladang uang baru bagi para peternak di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Di bawah kepemimpinan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) kini tengah gencar mendorong pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk organik bernilai ekonomis.

Langkah ini diambil sebagai solusi cerdas menghadapi efisiensi anggaran sekaligus membantu peternak menciptakan pendapatan tambahan di luar penjualan daging dan telur.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Sultra, Abdul Rahim Undu, menjelaskan bahwa pengelolaan limbah kini diarahkan menjadi usaha mandiri masyarakat yang produktif.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur Andi Sumangerukka, kita ingin peternakan ini jadi profesi yang menjanjikan secara menyeluruh. Kita dorong adanya usaha mandiri pengelolaan limbah agar kotoran ternak tidak terbuang percuma, tapi diolah jadi pupuk organik yang punya nilai ekonomi tinggi,” ujar Abdul Rahim kepada wartawan di Kendari, Kamis 22 Januari 2026.