Kendari,  — Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan lompatan ekonomi signifikan dan berhasil menempatkan diri dalam 10 besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Indonesia pada tahun 2025. Capaian ini menjadi momentum penting di tahun pertama kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, laju pertumbuhan ekonomi Bumi Anoa mencapai 5,65 persen, mengalami kenaikan sebesar 0,25 poin persentase dari angka 5,40 persen pada tahun 2024. Pertumbuhan ini melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,04 persen.

Capaian impresif ini mengokohkan posisi Sultra di urutan keenam secara nasional, berada di belakang Maluku Utara (39,10%), Sulawesi Tengah (7,79%), Kepulauan Riau (7,48%), Bali (5,88%), dan Sulawesi Barat (5,83%).

Keberhasilan ini dinilai sebagai buah manis dari serangkaian program pembangunan daerah, peningkatan investasi, dan penguatan sektor-sektor unggulan. Mesin utama yang menggerakkan pertumbuhan Sultra berasal dari sektor produksi, khususnya lapangan usaha industri pengolahan, yang mencatat pertumbuhan fantastis hingga 23,60 persen, menyoroti dampak masif dari hilirisasi dan industrialisasi.