Kendari – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap menggelar Pasar Murah sekaligus Operasi Pasar Gas LPG 3 Kg bersubsidi. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga barang pokok sekaligus menekan laju inflasi di daerah.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 1 hingga 3 Juli 2026. Masyarakat Sultra dapat mengunjungi lokasi kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Disperindag Provinsi Sultra, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai (khusus pasar murah komoditas umum dibatasi hingga pukul 14.00 WITA).

Bagi warga yang ingin membeli Gas LPG 3 Kg (PSO), pemerintah menetapkan harga khusus yang sangat terjangkau dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu sebesar Rp 20.000 per tabung. Namun, berdasarkan informasi resmi Disperindag Sultra, ada beberapa syarat dan ketentuan ketat yang harus dipatuhi oleh calon pembeli guna memastikan bantuan ini tepat sasaran.

Masyarakat berpenghasilan rendah atau keluarga miskin yang ingin membeli gas elpiji diwajibkan untuk membawa:

  1. Fotocopy Kartu Keluarga (KK) yang sah.

  2. Batas pembelian maksimal hanya 1 (satu) tabung LPG 3 Kg per KK.

“Gunakan LPG 3 kg sesuai peruntukannya agar tepat sasaran,” tulis imbauan resmi Disperindag Sultra berkolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga dalam pamflet kegiatan tersebut.

Selain operasi pasar untuk gas melon, acara yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ini juga menyediakan berbagai komoditas pangan esensial lainnya demi membantu memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga dengan harga hemat di bawah pasar reguler.

Berikut adalah daftar komoditas bahan pokok yang tersedia di Pasar Murah Sultra 2026:

  • Beras

  • Minyak Goreng

  • Gula

  • Telur

  • Tepung

  • Bawang

Kegiatan ini terbuka lebar untuk seluruh masyarakat umum di Sulawesi Tenggara yang membutuhkan pasokan bahan pangan berkualitas dengan harga miring. Warga diimbau untuk datang lebih awal sejak pukul 08.00 WITA demi menghindari antrean panjang.

(dtk)

17 / 100 Skor SEO