“Posisi PT ANB jelas, sebagai pendukung dan fasilitator. Kami bangga bisa menyediakan ruang kolaborasi bagi perusahaan tambang dan akademisi. Harapan kami, fasilitas yang kami sediakan membantu regulator dan ahli mentransfer ilmu penting demi kebaikan Sultra,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PERHAPI Sultra, Ir. Afdhal, S.T., M.P.W.K, menekankan pentingnya penerapan inovasi berbasis sains dalam reklamasi.
“Tantangan revegetasi di Sultra butuh penanganan berbasis sains, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Output dari pelatihan ini harus metode yang teruji di lapangan,” tegasnya.
Teknologi BioRehab memungkinkan rehabilitasi lahan tanpa tergantung pada jumlah topsoil besar. Hal ini menjadi solusi krusial mengingat keterbatasan material reklamasi menjadi kendala umum di industri nikel.
Koordinator Inspektur Tambang Penempatan Sultra, Kamrullah M, S.T., M.P.W.K, menambahkan, kegiatan ini adalah bentuk pembinaan aktif pemerintah untuk menyamakan standar teknis reklamasi di seluruh wilayah Sultra.
“Hadirnya perusahaan pemegang IUP menunjukkan keseriusan industri. Reklamasi harus memenuhi standar kepatuhan yang ketat,” katanya.
Pelatihan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah, asosiasi profesi, dan perusahaan swasta, untuk mewujudkan pertambangan Sultra yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (red)



Tinggalkan Balasan