SURABAYA — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mendorong penguatan infrastruktur dan ekosistem digital di Jawa Timur agar tidak hanya menyediakan konektivitas, tetapi juga meningkatkan produktivitas serta kemandirian ekonomi masyarakat. Dorongan itu terutama ditujukan bagi wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hal tersebut disampaikan Dave saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).
Dalam agenda tersebut, Dave menyoroti kesenjangan digital antara kawasan perkotaan, seperti Surabaya dan wilayah Gerbangkertosusila, dengan sejumlah daerah kepulauan dan 3T, termasuk Bawean, Madura, dan Masalembu. Gerbangkertosusila merupakan kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek, yang mencakup Gresik, Bangkalan, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, serta Lamongan.
Menurut Dave, tingkat adopsi internet di wilayah perkotaan telah melampaui 90 persen dengan dukungan jaringan serat optik. Sementara itu, sejumlah wilayah kepulauan masih bergantung pada satelit dan base transceiver station (BTS) konvensional yang rentan terdampak cuaca ekstrem.
Karena itu, ia menilai pembangunan konektivitas perlu diikuti intervensi di sisi hilir melalui kerja sama BAKTI Kemenkomdigi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Intervensi tersebut mencakup pelatihan literasi digital di wilayah kepulauan dan 3T serta integrasi akses internet dengan pemberdayaan ekonomi lokal, seperti digitalisasi koperasi nelayan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pesisir.



Tinggalkan Balasan