KONAWE — Di pesisir Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, perairan Selat Tiworo sedang surut, menyisakan hamparan pasir dan jajaran tiang pancang yang menopang pemukiman.

Di kejauhan, Pulau Bokori menyembul sebagai magnet wisata bahari andalan Sulawesi Tenggara. Namun, jika lensa kamera digeser sedikit ke arah daratan tepat di sebuah pemukiman di atas air bernama Desa Bokori, pemandangan air surut itu seketika menyingkapkan realitas yang rapuh.

Selama puluhan tahun, riak gelombang di bawah rumah-rumah panggung suku Bajo tidak hanya berfungsi sebagai pelataran hidup, melainkan juga tempat pembuangan akhir limbah domestik.

 

Ketua TP PKK Sultra Arinta Andi Sumangerukka saat meninjau langsung kondisi sanitasi di permukiman atas air Desa Bokori yang sedang surut,

Paralon-paralon lurus menembus lantai kayu, menjatuhkan kotoran mentah langsung ke jantung laut. Sebuah kebiasaan turun-temurun yang mengaburkan batas antara halaman rumah dan sanitasi liar.