KENDARI – Praktik penentuan pemenang tender pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai sorotan tajam. PT Cahaya Mitra 999 secara resmi mengajukan Surat Sanggahan Dokumen Pemilihan terhadap Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan 014 Biro Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Setda Prov. Sultra atas dugaan evaluasi yang tidak objektif dan cenderung mencari-cari kesalahan teknis untuk menggugurkan peserta.

Langkah tegas ini diambil lantaran PT Cahaya Mitra 999 digugurkan secara sepihak pada paket proyek Peningkatan Jalan Lambale – Ereke senilai Rp 15.486.500.000,00 (Rp 15,4 Miliar).

Padahal, kontraktor tersebut merupakan penawar harga terendah dari 26 peserta tender, yakni sebesar Rp 14.599.113.021,16—sebuah penawaran rasional yang sejatinya mampu menghemat kas daerah (APBD 2026) hingga Rp 415,7 juta dibanding penawaran calon pemenang yang ditunjuk Pokja (PT Buton Karya Konstruksi senilai Rp 15,01 Miliar).

Pokja Pemilihan 014 berdalih bahwa alasan gugurnya PT Cahaya Mitra 999 adalah karena “Kompetensi Personel Manajer Teknik yang ditawarkan tidak sesuai Dokumen Pemilihan”. Alasan tersebut dinilai sangat dipaksakan dan mengada-ada oleh pihak penyanggah.

Dari Dokumen yang diterima Perdetiknews, Direktur Utama PT Cahaya Mitra 999, Rahmadhan Eko Saputro, menegaskan bahwa personel Manajer Teknik yang mereka ajukan, yakni Sdr. Yamin Sudarmin, ST, telah memenuhi seluruh persyaratan kualifikasi teknis dan administrasi tanpa cacat.