Kolaka – Sebuah unggahan di media sosial yang menuding pelayanan salah satu toko ritel di Kabupaten Kolaka mengecewakan mendadak viral dan memicu perdebatan warganet.
Dalam unggahan yang beredar di grup Facebook Loker Kendari Sulawesi Tenggara, seorang pelanggan mengaku menerima barang yang tidak sesuai setelah berbelanja di Dosimart. Tak hanya itu, ia juga mengkritik sikap karyawan yang dinilai kurang ramah saat dirinya kembali ke toko untuk meminta penjelasan.
Unggahan tersebut mendapat perhatian luas. Dari tangkapan layar yang beredar, ratusan pengguna media sosial memberikan beragam komentar, mulai dari yang mengaku memiliki pengalaman serupa hingga pelanggan lain yang justru membela pelayanan toko tersebut.
Dalam unggahannya, pelanggan mengaku membeli rak susun penyimpanan rumah. Saat berada di toko, ia menyebut hanya membawa kardus barang ke kasir setelah diarahkan oleh petugas.
Namun, sesampainya di rumah, isi kardus yang dibelinya disebut tidak sesuai dengan barang yang dipilih di area pajangan.
Pelanggan kemudian kembali ke toko untuk meminta penukaran. Ia mengaku kecewa karena merasa tidak mendapat pelayanan yang memuaskan dari petugas kasir maupun karyawan toko.
Selain mengkritik pelayanan, ia juga menuliskan bahwa menurut pengalamannya, standar pelayanan di toko tersebut dinilai kurang baik.
Unggahan itu langsung memancing diskusi panjang di media sosial.

Sejumlah akun mengaku pernah mengalami pengalaman serupa, mulai dari kesulitan mencari bantuan karyawan hingga pelayanan yang dinilai kurang komunikatif.
Namun tidak sedikit pula pelanggan yang memberikan pengalaman berbeda.
Beberapa pengguna Facebook menyebut selama berbelanja di Dosimart mereka justru mendapatkan pelayanan yang baik, karyawan dinilai ramah, serta proses belanja berjalan lancar.
Perdebatan itu membuat unggahan tersebut semakin ramai dibagikan dan menjadi bahan pembicaraan di kalangan masyarakat Kolaka.
Menanggapi viralnya unggahan tersebut, seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Fadyla Hasan melalui kolom komentar menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
Dalam klarifikasinya, ia menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan rekaman CCTV, barang yang dibawa pelanggan dari area rak menuju kasir disebut merupakan barang yang sama dengan yang kemudian dibayar di kasir.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa apabila memang ditemukan kerusakan pada kaki rak, toko siap membantu melakukan penambahan komponen sesuai prosedur.
Selain itu, manajemen membantah narasi yang menyebut pegawai mengambil barang berbeda setelah pelanggan menuju kasir. Menurut penjelasan tersebut, rekaman CCTV menunjukkan pelanggan sendiri membawa barang dari rak ke area pembayaran.
“Kami mohon maaf apabila pelayanan kami belum maksimal. Namun terkait kronologi pengambilan barang, hasil pemeriksaan CCTV menunjukkan barang yang dibawa pelanggan merupakan barang yang sama hingga proses pembayaran,” tulis klarifikasi tersebut.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya pelayanan pelanggan di sektor ritel, terutama terkait proses pengecekan barang sebelum pembayaran maupun komunikasi antara petugas dan konsumen.
Di sisi lain, klarifikasi dari pihak toko menunjukkan adanya perbedaan versi antara pelanggan dan manajemen mengenai kronologi kejadian.
Hingga berita ini ditulis, perbincangan mengenai unggahan tersebut masih berlangsung di media sosial. Sementara itu, Dosimart diketahui baru membuka cabang di Kolaka pada Juli 2026. (red)


Tinggalkan Balasan