KENDARI, – Kasus dugaan pemalsuan dokumen dalam sengketa lahan Segitiga Tapak Kuda di Kelurahan Korumba, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memasuki babak baru. Laporan pengaduan yang dilayangkan oleh Kuasa Hukum Masyarakat Tapak Kuda, Abdul Razak Said Ali, S.H., terhadap sejumlah pihak kini resmi ditindaklanjuti oleh penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara.
Dilansir dari SentralSultra.com pada Rabu (12/11/2025), Abdul Razak membenarkan bahwa laporannya telah diterima dan sedang diproses oleh Unit II Subdit IV Ditreskrimum Polda Sultra. Pihak yang dilaporkan antara lain adalah Notaris di Kendari berinisial Abdi Nusajaya dan seorang bernama Fianus Arung.
“Benar, laporan pengaduan kami telah masuk di meja penyidik. Kami sudah berkoordinasi dan meminta penyidik agar segera memanggil pihak-pihak yang kami laporkan untuk dimintai keterangan,” ujar Abdul Razak. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan proses penyelidikan ini.
Kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Warga Tapak Kuda Melawan, yang mencium adanya dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen dan pencantuman keterangan palsu dalam akta autentik. Dokumen yang dipersoalkan tersebut diduga digunakan oleh pihak Koperasi Kopperson sebagai dasar klaim atas lahan.
Dalam laporan sebelumnya, Abdul Razak menyoroti sejumlah kejanggalan dalam akta perubahan Kopperson. Menurutnya, akta tersebut tidak mencantumkan nama pengurus lama koperasi, melainkan justru diisi oleh orang-orang baru, termasuk ahli waris dari pengurus lama.



Tinggalkan Balasan