Bombana, Perdetiknews.com – PT Razka Sarana Konstruksi (RSK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional dengan menuntaskan pembangunan Jembatan Gantung Rarongkeu di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Proyek yang dikerjakan untuk Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara melalui PPK 1.3 tersebut kini resmi rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan jembatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun harus melintasi jembatan gantung lama dengan kondisi yang sudah lapuk dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna.

Kini, jembatan baru berdiri megah dengan konstruksi baja modern yang jauh lebih kokoh, aman, dan representatif sebagai penghubung Desa Rarongkeu dan Desa Lantari Jaya, Kabupaten Bombana.

Berdasarkan pantauan Perdetiknews.com di lokasi, PT Razka Sarana Konstruksi menghadirkan jembatan dengan kualitas konstruksi yang lebih baik dibandingkan jembatan sebelumnya.

Jembatan tersebut dibangun menggunakan pondasi tiang pancang dengan tipe rigid cable bridge sepanjang 60 meter.

Selain bentang utama, proyek juga mencakup pembangunan jalan pendekat (oprit) berupa rabat beton pada kedua sisi jembatan sehingga akses masyarakat menjadi lebih nyaman.

Tak hanya itu, guardrail berwarna kuning-merah dipasang di sepanjang jalan masuk sebagai pelindung kendaraan, sementara pagar baja galvanis dan lantai baja pada badan jembatan memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi bagi pejalan kaki maupun pengendara roda dua.

Sebagai bagian dari aspek keselamatan, BPJN juga memasang papan informasi berisi tata cara melintasi jembatan gantung agar masyarakat dapat menggunakan fasilitas tersebut secara aman.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 BPJN Sultra, Dolly Siregar, menjelaskan bahwa jembatan baru dibangun menggantikan jembatan lama yang kondisinya sudah tidak layak digunakan.

“Jembatan baru dibangun dengan pondasi tiang pancang dan tipe jembatan rigid menggunakan sistem cable bridge bentang 60 meter. Sedangkan jembatan eksisting hanya menggunakan pondasi dangkal dan lantai kayu balok yang kondisinya sudah tidak layak dan berisiko bagi masyarakat yang melintasinya,” jelas Dolly.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya warga Desa Rarongkeu dan Desa Lantari Jaya.

“Dengan adanya jembatan baru ini, hasil perkebunan, pertanian, akses menuju pusat kesehatan, pendidikan, tempat ibadah hingga aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah dijangkau,” ujarnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Rarongkeu merupakan bagian dari aspirasi Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, yang selama ini aktif memperjuangkan pembangunan jembatan gantung di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Ridwan Bae mengatakan pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Jembatan gantung hampir di seluruh Sulawesi Tenggara saya perjuangkan. Di mana masyarakat membutuhkan, di situ kita utamakan. Yang di Bombana juga kita berikan karena memang masyarakat membutuhkan akses tersebut,” kata Ridwan Bae.

Ia berharap jembatan yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara bersama oleh masyarakat serta pemerintah daerah.

Rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Rarongkeu memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain mempermudah aktivitas sehari-hari, jembatan ini mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat ekonomi di Bombana, Kolaka hingga Kota Kendari.

Kepala Desa Rarongkeu, Andi Baso, mengapresiasi pembangunan yang telah dilaksanakan BPJN Sultra bersama PT Razka Sarana Konstruksi.

“Harapan saya ke depannya jembatan di Desa Rarongkeu dapat ditingkatkan sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil pertanian masyarakat. Dengan begitu perekonomian warga akan semakin berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat menyambut positif kehadiran jembatan baru tersebut karena kini tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi sungai.

Dengan selesainya proyek ini, PT Razka Sarana Konstruksi tidak hanya berhasil menghadirkan sebuah jembatan, tetapi juga memberikan akses yang lebih aman, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bombana.

Proyek ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Sulawesi Tenggara, PPK 1.3, aspirasi DPR RI Ridwan Bae, dan pelaksana PT Razka Sarana Konstruksi mampu menghadirkan infrastruktur berkualitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (red)

17 / 100 Skor SEO