Bombana, Perdetiknews.com – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara melalui PPK 1.3 resmi merampungkan pembangunan Jembatan Gantung Rarongkeu, sebuah infrastruktur yang selama ini dinantikan warga sebagai akses utama penghubung Desa Rarongkeu dan Desa Lantari Jaya.

Jembatan yang merupakan aspirasi Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, tersebut dibangun Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sultra dan dikerjakan oleh PT Razka Sarana Konstruksi.
Kehadirannya menggantikan jembatan gantung lama yang telah lapuk dan dinilai tidak lagi layak digunakan karena membahayakan keselamatan masyarakat.
Berdasarkan pantauan Perdetiknews.com di lokasi, jembatan baru tampil megah dengan konstruksi baja galvanis modern.
Dua pylon berwarna merah-putih berdiri kokoh menopang bentang jembatan sepanjang 60 meter dengan sistem cable bridge, dilengkapi lantai baja, pagar pengaman, jalan pendekat (oprit) rabat beton di kedua sisi, guardrail berwarna kuning-merah, serta papan informasi tata cara melintasi jembatan sebagai panduan keselamatan bagi pengguna.


Di sisi kanan jembatan baru masih terlihat jembatan gantung lama yang selama bertahun-tahun menjadi satu-satunya akses warga.
Kondisinya kini tampak kontras dengan konstruksi baru yang jauh lebih kokoh, aman, dan representatif.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 BPJN Sultra, Ir. Dolly Humada Siregar, ST.,MT.,IPM, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Rarongkeu bertujuan membuka akses masyarakat agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah.
“Tujuan utama pembangunan jembatan ini adalah memudahkan akses masyarakat, khususnya di Desa Rarongkeu dan Desa Lantari Jaya. Dengan adanya jembatan baru ini, hasil perkebunan, pertanian, akses menuju pusat kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, hingga mobilitas masyarakat menuju Bombana, Kolaka bahkan Kota Kendari menjadi lebih mudah,” ujarnya kepada Perdetiknews, Senin 3 Agustus 2026.
Menurut Dolly, jembatan baru dibangun dengan spesifikasi yang jauh lebih baik dibandingkan jembatan sebelumnya.

“Jembatan baru menggunakan pondasi tiang pancang dan tipe jembatan rigid dengan sistem cable bridge bentang 60 meter. Sedangkan jembatan lama hanya menggunakan pondasi dangkal dengan lantai kayu balok yang kondisinya sudah tidak layak dan berisiko bagi masyarakat yang melintas,” jelasnya.
Ia menambahkan, manfaat pembangunan tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat dua desa, tetapi juga masyarakat Kabupaten Bombana dan Kabupaten Kolaka yang menggunakan jalur tersebut.
Setelah proyek selesai dan diserahterimakan, BPJN berharap pemerintah daerah bersama masyarakat dapat menjaga keberlangsungan jembatan tersebut.
“Harapan kami setelah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Bombana, jembatan ini dapat dipelihara dengan baik, termasuk menjaga kebersihan sungai dari hanyutan sampah agar umur layan jembatan tetap panjang,” katanya.
Pembangunan Jembatan Gantung Rarongkeu merupakan bagian dari aspirasi Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, yang selama ini konsisten memperjuangkan pembangunan jembatan gantung di berbagai daerah di Sultra.

Ridwan mengatakan, pembangunan infrastruktur dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
“Jembatan gantung hampir di seluruh Sulawesi Tenggara saya perjuangkan. Di mana masyarakat membutuhkan, di situ kita utamakan. Yang di Bombana juga kita berikan karena memang masyarakat sangat membutuhkan akses tersebut,” ujar Ridwan Bae.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus menjaga jembatan yang telah dibangun pemerintah.
“Harapan saya masyarakat bisa menikmati, memanfaatkan dengan baik, serta memelihara jembatan ini bersama pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Kehadiran jembatan baru disambut antusias masyarakat.
Salah seorang warga, La Ode Armin, mengaku kini warga tidak lagi dihantui rasa takut saat menyeberang.
“Dulu kalau lewat jembatan lama harus pelan-pelan karena papannya banyak yang rusak. Sekarang kami lebih tenang karena jembatan baru jauh lebih kuat dan nyaman dilalui,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wa Ode Sitti mengatakan anak-anak kini dapat pergi ke sekolah dengan lebih aman, terutama saat musim hujan.
“Sekarang akses sudah bagus. Anak-anak bisa berangkat sekolah dengan lebih aman,” katanya.
Sementara itu, pengendara sepeda motor Rahman menilai jalan pendekat yang telah dibangun membuat perjalanan menjadi lebih cepat.
“Sekarang membawa hasil kebun jauh lebih mudah. Jalannya sudah bagus sehingga perjalanan lebih lancar dan hemat waktu,” ungkapnya.
Kepala Desa Rarongkeu, Andi Baso, mengapresiasi selesainya pembangunan jembatan gantung yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat melanjutkan pembangunan infrastruktur di masa mendatang.
“Harapan saya ke depannya jembatan di Desa Rarongkeu dapat ditingkatkan sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil pertanian masyarakat. Dengan begitu, perekonomian warga akan semakin berkembang,” harapnya.
Dengan rampungnya Jembatan Gantung Rarongkeu, masyarakat kini memiliki akses penyeberangan yang jauh lebih aman, nyaman, dan layak.

Kehadiran infrastruktur yang dibangun BPJN Sulawesi Tenggara melalui PPK 1.3, merupakan aspirasi Anggota DPR RI Ridwan Bae dan dikerjakan oleh PT Razka Sarana Konstruksi, diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bombana dan Sulawesi Tenggara secara keseluruhan. (red)


Tinggalkan Balasan