“Saya kemudian diantar teman-teman ke RS Bhayangkara, setelah itu ke Polresta Kendari untuk membuat laporan polisi,” ujar dia.

Ia mengaku tidak mengetahui alasan dirinya menjadi sasaran dugaan pengeroyokan. Menurutnya, ia datang ke lokasi semata-mata untuk menjemput penumpang sesuai aplikasi. LM berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pihak yang diduga terlibat agar kejadian serupa tidak kembali menimpa pengemudi transportasi online.

Sementara itu, adik korban, Arif Budiman, mengecam dugaan aksi kekerasan yang dialami kakaknya. Ia meminta Polresta Kendari segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap pihak Polresta Kendari segera menindaklanjuti laporan ini sehingga para pelaku pemukulan dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” beber Arif.

Menurut dia, kasus kekerasan terhadap pengemudi transportasi online bukan kali pertama terjadi. Karena itu, ia berharap aparat penegak hukum memberikan perlindungan maksimal bagi para pengemudi yang mencari nafkah di jalan.

sumber: kendari.info

55 / 100 Skor SEO