Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka resmi melepas keberangkatan ribuan warga dalam program mudik gratis tahun 2026. Pelepasan armada mudik bareng ini dipusatkan di Pelabuhan Nusantara Kota Kendari, Minggu (15/3/2026).
Dalam momentum menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah tersebut, Gubernur tampak didampingi langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko beserta jajaran Forkopimda Sultra. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjamin keselamatan warga yang pulang kampung.
Program mudik gratis tahun ini menyediakan kuota fantastis bagi 2.622 penumpang. Otoritas setempat membagi moda transportasi ke dalam tiga klaster utama, yakni jalur laut, penyeberangan ferry, dan jalur darat.
Untuk jalur laut, kapal cepat seperti KM Napoleon 77 dan KM Simba 1 dikerahkan untuk melayani rute menuju Wanci dan Waode Buri. Sementara untuk penyeberangan ferry, kapal disiapkan melayani rute Kendari–Langara, Amolengo–Labuan, dan Torobulu–Tampo. Tak hanya laut, bus DAMRI juga disiagakan untuk mengantar pemudik via darat menuju Mawasangka, Baubau, hingga Ereke.
Wujud Kepedulian Ringankan Beban Warga
Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, melalui Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis pemprov. Mudik gratis ini dinilai sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi di tengah lonjakan harga tiket menjelang Lebaran.
“Kami mendukung penuh program mudik gratis bersama ini. Ini sangat membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan lebih aman, nyaman, dan mengurangi beban biaya perjalanan menjelang Idul Fitri,” ujar Kombes Iis Kristian menyampaikan pesan Kapolda Sultra.
Kombes Iis menambahkan, kehadiran Kapolda dalam pelepasan ini juga menjadi bagian dari peninjauan langsung pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2026 di sektor transportasi massal.

Siagakan Posko Pengamanan Penuh
Guna mengawal rombongan mudik gratis ini sampai di tujuan dengan selamat, Polda Sultra telah mematangkan ploting personel di berbagai titik rawan. Seluruh Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) di pelabuhan maupun jalur darat dipastikan sudah aktif 24 jam.
Petugas gabungan juga dikerahkan secara berkala untuk melakukan patroli bergerak (mobile) guna mengantisipasi gangguan premanisme, copet, hingga memantau perkembangan cuaca ekstrem di perairan. Langkah ini diambil demi mewujudkan jargon mudik nasional tahun ini.
“Kami ingin memastikan situasi keamanan dan ketertiban agar perjalanan mudik berjalan lancar, sekaligus mewujudkan ‘Mudik Aman Keluarga Bahagia’ sesuai dengan tagline Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo,” tegas Iis.
Sebelumnya, sebagai langkah awal kesiapan, Polda Sultra bersama Forkopimda telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral sejak 5 Maret 2026 guna mengunci skenario pengamanan matang di sektor transportasi, logistik, dan kesehatan.
(ikh/detik)




Tinggalkan Balasan