KOLAKA, – Situasi di lingkar tambang Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak mencekam pada Senin (22/6/2026). Sebuah video amatir yang merekam keributan massal di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) viral di media sosial dan memicu kekhawatiran besar di tengah masyarakat.

Merespons rentetan insiden menegangkan itu, Anggota Komisi III DPRD Sultra, Suwandi Andi, langsung melayangkan kritik keras dan sorotan tajam kepada manajemen PT IPIP. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai peristiwa tersebut mencerminkan rapuhnya tata kelola hubungan kemasyarakatan serta kelalaian besar manajerial korporasi dalam memitigasi konflik sosial di lingkar tambang.

Peristiwa ini mulai menyita perhatian publik saat video berdurasi singkat tersebar luas di berbagai platform media sosial pada Senin (22/6/2026). Dalam rekaman tersebut, terlihat puluhan orang terlibat konfrontasi sengit di area yang diduga kuat merupakan lingkungan PT IPIP.

Suasana tampak sangat memanas; massa saling berhadapan dengan tensi tinggi, dan beberapa di antaranya terlihat jelas mengacungkan senjata tajam. Meski sejumlah pihak di lokasi berupaya meredam situasi agar tidak pecah menjadi bentrokan berdarah, pemandangan tersebut telanjur menciptakan atmosfer teror bagi para pekerja dan warga sekitar. Hingga saat ini, akar penyebab dari keributan massal di raksasa industri nikel tersebut masih misterius.

Tak hanya di dalam area perusahaan, ketegangan ternyata melebar hingga ke jalan raya Desa Sopura pada Senin malam. Sekelompok massa dilaporkan melakukan aksi penghadangan brutal terhadap pengguna jalan dengan mempersenjatai diri menggunakan senjata tajam (sajam). Akibatnya, ruas jalan raya tersebut sempat lumpuh dan dikuasai oleh sekelompok orang.