BAUBAU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kota Baubau resmi memiliki kepemimpinan baru.

Melalui Musyawarah Luar Biasa (Muslub) yang berlangsung di Aula Hotel Zenith Baubau, Minggu (3/8/2026), Yuslina, SKM., M.Si. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD HAKLI Kota Baubau masa bakti 2026–2030.

Musyawarah tersebut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) HAKLI Provinsi Sulawesi Tenggara, di antaranya Ketua DPW HAKLI Sultra Andi Sultan Bakri, SKM., M.Sc. dan Sekretaris DPW HAKLI Sultra Reslin Tobigo, SKM., MKM., bersama para anggota HAKLI Kota Baubau.

Pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa dilakukan sebagai bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran tenaga kesehatan lingkungan (Sanitarian) dalam mendukung program kesehatan masyarakat di Kota Baubau.

Ketua DPW HAKLI Sultra, Andi Sultan Bakri, mengucapkan selamat kepada Yuslina dan jajaran pengurus baru.

Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjadikan HAKLI sebagai organisasi profesi yang aktif berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan lingkungan.

“Sanitarian bukan hanya tukang cek jentik. Sanitarian adalah arsitek kesehatan lingkungan.

HAKLI Baubau harus menjadi rumah bagi seluruh Sanitarian sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menangani persoalan stunting, demam berdarah, sanitasi, dan keamanan pangan,” ujarnya.

Menurut Andi Sultan Bakri, tantangan kesehatan lingkungan semakin kompleks sehingga dibutuhkan organisasi profesi yang solid, inovatif, dan mampu memberikan solusi berbasis keilmuan kepada pemerintah maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD HAKLI Kota Baubau terpilih, Yuslina, SKM., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi selama empat tahun ke depan.

Ia menegaskan kepengurusan baru akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan lingkungan serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Ini merupakan amanah besar. Kami akan fokus pada tiga agenda utama, yakni penguatan kompetensi anggota, pengawalan keamanan pangan di SPPG dan UMKM, serta memperkuat advokasi kebijakan kesehatan lingkungan di Kota Baubau,” kata Yuslina.

Usai terpilih, pengurus baru langsung menyusun sejumlah program prioritas periode 2026–2030.

Beberapa agenda strategis yang akan dijalankan meliputi pelatihan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) bagi penjamah pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penguatan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), hingga digitalisasi pelaporan kegiatan kesehatan lingkungan di puskesmas.

Sekretaris DPW HAKLI Sultra, Reslin Tobigo, memastikan pihaknya akan memberikan pendampingan penuh kepada DPD HAKLI Kota Baubau agar seluruh program kerja dapat berjalan optimal.

“Kami siap mendukung melalui pelatihan, uji kompetensi, hingga advokasi kepada pemerintah daerah agar HAKLI semakin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Musyawarah Luar Biasa ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol semangat baru membangun organisasi yang profesional, solid, dan berdaya saing dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang sehat serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kota Baubau. (red)