Kolaka – Bentrokan antarkelompok di lokasi tambang Desa Sopura, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyisakan trauma mendalam bagi warga sekitar dan pengguna jalan.
Aksi anarkis yang meluas hingga ke jalan raya desa tersebut diwarnai dengan pengadangan kendaraan menggunakan senjata tajam.
Usai bentrokan di area tambang kemarin sore mereda, sekelompok orang melakukan aksi sweeping secara brutal terhadap kendaraan yang melintas.
Sebuah mobil yang tengah melewati jalur tersebut pun hancur menjadi sasaran amukan massa.
Aksi mencekam ini terekam jelas dalam sebuah video amatir berdurasi singkat yang beredar luas di media sosial, salah satunya bersumber dari rekaman video
Dalam video tersebut, tampak puluhan pria memegang senjata tajam jenis parang dan tombak berdiri di tengah jalan raya sembari mengancam kendaraan yang lewat.
Kondisi di lapangan digambarkan sangat mencekam. Pengendara dan warga lokal mengaku ketakutan melihat massa yang beringas tanpa adanya tindakan pencegahan awal dari kepolisian.
“Jujur kami di sini ketakutan sekali, Pak. Mereka terang-terangan bawa senjata tajam di tengah jalan umum dan melakukan sweeping. Anak istri saya sampai menangis di dalam mobil karena trauma. Ke mana aparat Polres Kolaka saat massa mulai beringas di jalan? Kalau sudah ada mobil yang hancur diamuk baru mereka datang,” ujar salah seorang pengendara roda empat yang melintas saat kejadian.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh warga asli Desa Sopura yang merasa tidak mendapat perlindungan maksimal dari aparat penegak hukum setempat.
Mereka mempertanyakan fungsi pengawasan Polres Kolaka atas konflik yang kerap berulang.
“Kami warga asli Desa Sopura merasa sama sekali tidak aman. Bentrokan dari dalam tambang bisa sampai meluber dan mengacaukan jalan raya desa kami. Kami tidak melihat adanya manfaat atau fungsi pencegahan dari Polres Kolaka. Konflik lahan ini kan bukan barang baru, harusnya polisi sudah bisa memetakan potensi kerusuhannya,” cetus seorang warga lokal dengan nada kesal. (red)




Tinggalkan Balasan