Bombana — Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Inspektur Pertambangan meluruskan isu yang beredar terkait kabar penutupan total operasional PT Almharig di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana.

Berdasarkan hasil kunjungan kerja (kunker) pengawasan lapangan, tim gabungan menegaskan tidak ada penutupan ataupun penghentian total aktivitas produksi, melainkan pemberian instruksi teknis untuk segera melakukan pembenahan pada titik yang mengalami longsoran.

Kunjungan kerja pengawasan ini diikuti oleh tim gabungan yang komprehensif. Dari Komisi III DPRD Sultra, hadir langsung Pak Wahyu Sulaiman selaku Sekretaris Komisi, didampingi tiga anggota komisi, yaitu Pak H. Suwandi Andi, S.Sos, Pak Drs. H. Abd. Halik, dan Pak Daswar, S.Pi.

Rombongan dewan turut mengundang dan didampingi oleh instansi lintas sektor, meliputi Inspektur Pertambangan, Dinas Kehutanan, Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana.

Anggota Komisi III DPRD Sultra, Pak H. Suwandi Andi, S.Sos, menjelaskan bahwa sebelum meninjau PT Almharig, pada hari pertama rombongan terlebih dahulu memantau jalannya aktivitas PT Margo Karya Mandiri  yang baru memulai operasionalnya.