BAUBAU – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka menegaskan perubahan fundamental dalam orientasi pembangunan di wilayahnya. Tak lagi berkutat pada proyek-proyek yang didasari keinginan semata, pembangunan Sultra ke depan harus benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Penegasan ini disampaikan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat Provinsi Sultra tahun 2025 yang digelar di Kota Baubau, Senin (14/4).
Musrembang yang bertujuan menyusun dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang akrab disapa ASR ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma pembangunan dari top-down menjadi bottom-up. Artinya, program-program pembangunan harus lebih banyak mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan yang muncul dari tingkat bawah.
ASR mengungkapkan keprihatinannya terkait kondisi keuangan daerah Sultra yang saat ini masih sangat bergantung pada dana transfer dari pusat. “Saat ini, sekitar 65 persen keuangan daerah kita masih bergantung pada fiskal dana transfer pusat. Artinya, kegiatan yang dapat kita lakukan hanya 35 persen saja,” ujarnya di hadapan 17 kepala daerah dan dua wali kota se-Sultra yang hadir dalam Musrembang tersebut.



Tinggalkan Balasan