KENDARI, perdetiknews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara terus bergerak masif dalam mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Langkah strategis ini diwujudkan melalui gelaran rapat koordinasi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Konawe serta PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) guna memperkuat implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di wilayah Kabupaten Konawe.

Kegiatan yang berlangsung di Kendari ini diarsiteki sebagai bagian dari upaya akselerasi penanaman budaya menabung sejak dini. Langkah ini sekaligus menjadi draf persiapan matang bagi daerah tersebut dalam menghadapi ajang penilaian bergengsi KEJAR Award 2026. Melalui program ini, para pelajar diharapkan dapat semakin mengenal, memahami, serta memanfaatkan layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab sebagai fondasi mengelola keuangan di masa depan.

Deputi Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Indra Natsir Dahlan, mengutarakan bahwa keberhasilan Program KEJAR membutuhkan fondasi sinergi yang kokoh dari seluruh pemangku kepentingan, utamanya dari unsur pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan (LJK).

“Sinergi antara Pemda, BPR Bahteramas Konawe, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar. Melalui Program KEJAR, diharapkan semakin banyak pelajar yang memiliki akses terhadap produk keuangan formal yang aman, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, optimalisasi pelaksanaan program dan kualitas pelaporan capaian juga menjadi aspek penting dalam penilaian KEJAR Award 2026,” urai Indra Natsir dalam keterangannya.

Dalam rangka menyongsong KEJAR Award 2026, OJK melakukan langkah penyempurnaan mekanisme draf penilaian dengan membagi para peserta ke dalam lima wilayah regional. Untuk kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik, indikator penilaian tidak hanya bertumpu pada angka capaian kepemilikan rekening pelajar semata. Tim penilai juga akan mempertimbangkan draf komitmen regulasi pemda, alokasi anggaran, integrasi program kerja TPAKD, hingga konsistensi pelaksanaan sosialisasi secara berkelanjutan.

Melalui draf mekanisme regionalisasi tersebut, Kabupaten Konawe dipastikan akan bersaing ketat bersama 81 kabupaten/kota lainnya di wilayah Sulawesi untuk membuktikan keberhasilan perluasan inklusi keuangan pelajar di daerah masing-masing.

Menyikapi tantangan tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, Srijoko Wahyu Hendro, SE., M.Si., menyampaikan draf komitmen penuh jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe dalam mendukung percepatan program ini melalui penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan satuan pendidikan.

“Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen mendukung Program KEJAR melalui berbagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi keuangan dan budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar. Kolaborasi dengan perangkat daerah terkait dan lembaga jasa keuangan akan terus diperkuat guna mengakselerasi capaian program di Kabupaten Konawe,” tegas Srijoko Wahyu Hendro.

Pada sisi pemenuhan instrumen keuangan, Direktur Utama BPR Bahteramas Konawe, Dr. Ahmat, SE., MM., menyatakan kesiapan penuh korporasi dalam mengawal implementasi Program KEJAR melalui program edukasi serta penyediaan fasilitas pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) secara jemput bola ke sekolah-sekolah. Kesiapan ini juga dibarengi dengan komitmen penyampaian data laporan capaian yang transparan dan akuntabel.

“BPR Bahteramas Konawe akan terus memperkuat perannya dalam mendukung perluasan inklusi keuangan pelajar melalui pelaksanaan edukasi keuangan dan fasilitasi pembukaan rekening SimPel di lingkungan sekolah. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyampaian data dan laporan capaian program secara tepat waktu dan akuntabel,” ujar Dr. Ahmat.

OJK meyakini bahwa jalinan kerja sama yang erat antara pemda, industri jasa keuangan, dan dunia pendidikan akan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, namun juga cakap finansial, tangguh, dan siap menyongsong tantangan masa depan menuju visi besar Indonesia Emas 2045. (PDN)

14 / 100 Skor SEO