JAKARTA, perdetiknews.com — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah taktis dengan menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Momentum ini dimanfaatkan sepenuhnya untuk melakukan evaluasi besar-besaran, audit menyeluruh terhadap dapur produksi, serta membenahi sengkarut pendataan yang selama ini menjadi tantangan di lapangan.

Langkah strategis ini diambil agar saat tahun ajaran baru dimulai, sistem distribusi dan kualitas makanan yang diterima siswa jauh lebih siap dan rapi.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, usai menggelar rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6). Arum menjelaskan bahwa jeda operasional ini menjadi ruang krusial bagi lini manajemen untuk berbenah.

“Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak sudah masuk sekolah kita sudah lebih baik. Kondisi di lapangan sudah lebih rapi,” ujar Arum kepada awak media.

Menelisik ke belakang, pelaksanaan program prioritas ini memang kerap diperhadapkan pada kendala teknis di lapangan, mulai dari standardisasi dapur umum hingga validitas data penerima manfaat. Oleh karena itu, BGN menetapkan target jangka pendek dan menengah untuk menuntaskan persoalan ini. Jeda satu bulan libur sekolah akan menjadi fase krusial, yang kemudian akan dilanjutkan dengan penguatan sistem pada tiga bulan ke depan.