KENDARI, perdetiknews.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi membuka jalannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BPR Bahteramas se-Sulawesi Tenggara (Perseroda) Tahun Buku 2025. Agenda korporasi ini dipusatkan di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kamis (11/6/2026) sore.
RUPS kali ini menjadi forum koordinasi yang teramat strategis guna mengevaluasi secara total performa dan rapor kinerja keuangan PT BPR Bahteramas sepanjang tahun buku 2025. Selain mengevaluasi masa lalu, rapat akbar ini juga mematangkan arah kebijakan taktis serta draf rencana bisnis (RBB) perusahaan untuk mengarungi tahun buku 2026, termasuk membahas agenda pengisian sejumlah pos jabatan direksi dan komisaris yang saat ini masih lowong di beberapa daerah.
Dalam pokok sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa posisi PT BPR Bahteramas sangat krusial sebagai lembaga intermediasi keuangan daerah. Mengingat fungsinya yang vital dalam menyentuh sektor riil, BUMD perbankan ini dituntut wajib tumbuh secara sehat, mandiri, kokoh, dan berkelanjutan.
Gubernur yang akrab disapa ASR ini memberikan apresiasi tinggi atas komitmen dan dukungan penuh dari seluruh pemegang saham—baik pemerintah kabupaten/kota maupun pihak pemegang saham lainnya—yang selama ini konsisten berkontribusi nyata menyokong perkembangan lini bisnis BPR Bahteramas di bumi anoa.
Andi Sumangerukka memaparkan bahwa secara umum, indikator makro kondisi keuangan PT BPR Bahteramas se-Sultra saat ini berada dalam radar kategori sehat. Kendati mencatatkan rapor hijau, sang jenderal bintang dua purnawirawan ini mewanti-wanti bahwa tantangan persaingan pasar ke depan jauh lebih kompleks.
Disperindag dan dunia perbankan terus berubah, sehingga BPR Bahteramas didesak untuk semakin inovatif dan melepaskan diri dari ketergantungan sokongan dana APBD. Penguatan daya saing harus ditopang penuh oleh tata kelola bisnis yang profesional, akuntabel, dan murni berorientasi pada pertumbuhan (growth-oriented).
“Saya berharap kepada jajaran direksi beserta seluruh staf, dan komisaris PT BPR Bahteramas se-Sultra dapat bekerja jauh lebih baik lagi ke depan. Jadikan BPR Bahteramas sebagai lembaga intermediasi yang mandiri, sehat, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi, agar dapat terus bertindak sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah Sultra yang kita cintai ini,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka berwibawa.
Sebagai bagian dari langkah radikal penguatan kelembagaan, Pemerintah Provinsi Sultra kini tengah menyiapkan cetak biru konsolidasi besar-besaran. Sejalan dengan payung regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemprov Sultra akan melebur 12 unit PT BPR Bahteramas yang tersebar di berbagai daerah menjadi satu kesatuan entitas tunggal.

Restrukturisasi berskala besar ini diproyeksikan mampu mendongkrak tingkat efisiensi operasional perbankan, mempertebal struktur permodalan inti perusahaan, serta memperluas jangkar kapasitas pelayanan kepada masyarakat maupun pelaku UMKM di pelosok daerah.
Gubernur Andi Sumangerukka juga menyelipkan rasa terima kasih kepada jajaran pemerintah kabupaten/kota yang tidak menutup mata terhadap pengembangan korporasi, salah satunya dibuktikan lewat komitmen penambahan penyertaan modal negara (PMN) daerah. Injeksi kapital tersebut dinilai menjadi modal krusial untuk memperkuat peran BPR Bahteramas sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi kerakyatan di Sulawesi Tenggara.
Melalui hasil putusan RUPS Tahun Buku 2025 ini, lahirnya berbagai keputusan strategis diharapkan mampu mengakselerasi transformasi PT BPR Bahteramas menjadi lembaga keuangan daerah yang adaptif, profesional, serta berkontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara. (PDN)



Tinggalkan Balasan