KENDARI – Jeritan warga terkait tingginya harga Gas LPG 3 kilogram bersubsidi kembali mencuat.
Di tengah keluhan kelangkaan yang sering disuarakan masyarakat miskin, temuan di lapangan justru menunjukkan pemandangan yang kontradiktif.
Stok komoditas bersubsidi ini disinyalir menumpuk di tingkat pengecer tak resmi dengan harga yang melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Berdasarkan investigasi dan bukti transaksi digital per 16 Juli 2026, sebuah warung kelontong yang dikenal sebagai Kios Fitra, berlokasi di sekitaran Jalan Banawula Sinapoy, terpantau memperjualbelikan Gas LPG 3 kg dengan harga fantastis.
Warga harus merogoh kocek hingga Rp 35.000 per tabung untuk mendapatkan gas melon tersebut, sebagaimana terekam dalam bukti struk pembayaran QRIS ke merchant “MBL895570 KIOS FITRA”.



Tinggalkan Balasan