MOROWALI UTARA – Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hebat menghantam raksasa pengolahan bijih nikel PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tercatat sekitar 1.800 pekerja telah dirumahkan, hingga membuat jumlah karyawan yang tersisa di perusahaan tersebut kini diperkirakan hanya tinggal 6.000 orang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Morowali Utara, Yakanis Lakawa, mengungkapkan bahwa kondisi keuangan PT GNI mulai goyang dan tidak stabil sejak tahun 2025 lalu.
Kondisi ini dipicu oleh masalah yang menimpa pemilik pertama perusahaan, Mister Toni, yang menyebabkannya harus kembali ke China hingga membuat operasional industri tersebut terpukul.
Situasi kian rumit setelah kepemilikan PT GNI diambil alih oleh BUMN China.



Tinggalkan Balasan