KENDARI – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Muhammad Fadlansyah, memberikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah provinsi.

TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) terancam dipotong imbas rendahnya kehadiran dalam apel pagi gabungan.

​”Hal ini akan kita evaluasi terus. Kalau ini dijadikan ukuran dalam pembayaran TPP, tentu bisa akan berdampak kepada jumlah TPP yang kita terima,” tegas Pj Sekda Sultra di hadapan para peserta apel di Kendari, Senin 14 Juli 2026.

​Berdasarkan hasil evaluasi kedisiplinan dalam beberapa minggu terakhir, Pj Sekda Sultra membeberkan adanya ketimpangan yang besar antar instansi.

Di satu sisi, ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sangat patuh dengan tingkat kehadiran di atas 90%. Namun di sisi lain, ada instansi pelayanan yang mencatatkan rapor merah karena persentase kehadiran pegawainya sangat jongkok.

​Instansi dengan rapor merah yang menjadi sorotan tajam antara lain:

  • Rumah Sakit Bahteramas
  • Rumah Sakit Jantung
  • Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di lingkup Sekretariat Daerah

​”Ada juga yang kehadirannya sampai hanya 25 persen, dan ini khusus akan menjadi perhatian bagi kita semua,” ungkapnya kecewa.

​Sebaliknya, apresiasi diberikan kepada barisan OPD yang dinilai disiplin dan menjaga kehadiran di atas 90%, seperti Dinas Dukcapil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perkebunan.

​Selain masalah kedisiplinan fisik melalui apel, Pj Sekda Sultra juga mengingatkan tanggung jawab besar terkait kinerja penyerapan anggaran.

Mengingat saat ini sudah memasuki semester kedua tahun anggaran 2026, ia meminta seluruh kepala perangkat daerah untuk tancap gas.

​”Saya harap pada rekan-rekan perangkat daerah agar segera melakukan percepatan-percepatan penyerapan anggaran agar supaya realisasi anggaran kita sesuai dengan alokasi yang sudah kita tetapkan bersama,” tukasnya. (red)

64 / 100 Skor SEO