Kendari – Universitas Halu Oleo (UHO) resmi menetapkan tiga nama calon rektor yang berhasil lolos ke tahapan berikutnya dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi kampus hijau tersebut.
Ketetapan ini dirilis usai Senat menggelar pemungutan suara secara tertutup.
Pranata Humas Ahli Madya UHO, Maulid, menyampaikan bahwa dari rangkaian tahapan seleksi yang telah berjalan, tiga figur akademisi terbaik telah terpilih untuk memperebutkan kursi nomor satu di UHO.
Berdasarkan data hasil Rapat Senat Khusus Tertutup dalam rangka Penyaringan 3 (Tiga) Calon Rektor UHO Periode 2026 – 2030 yang dilaksanakan pada Jumat (10/7/2026), Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si sukses menempati urutan pertama dengan perolehan suara tertinggi.
Persaingan berlangsung cukup ketat di jajaran papan atas. Prof. Ida Usman memimpin dengan raihan 15 suara, dibayangi ketat oleh Prof. Takdir Saili yang mengantongi 11 suara, serta Dr. Herman di posisi ketiga dengan 10 suara.
Berikut adalah rincian lengkap hasil pemungutan suara senat berdasarkan nomor urut bakal calon:
- Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si : 0 suara
- Prof. Dr. Edy Karno, S.Pd., M.Pd : 5 suara
- Dr. Herman, S.H., LL.M : 10 suara (Lolos 3 Besar)
- Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si : 15 suara (Lolos 3 Besar)
- Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, SP., MP : 2 suara
- Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D : 0 suara
- Dr. Muliddin, S.Si., M.Si : 0 suara
- Prof. Dr. Ruslin, S.Pd. M.Si : 3 suara
- Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si : 11 suara (Lolos 3 Besar)
- Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si : 1 suara
- Abstain: 1 suara
- Tidak Sah: 0 suara
Dengan hasil penyaringan ini, ketujuh bakal calon lainnya resmi gugur dari kontestasi.
Sementara itu, tiga figur yang masuk ke dalam tiga besar akan melanjutkan langkah mereka ke tahapan krusial berikutnya.

”Tiga figur akademisi terbaik telah terpilih untuk memperebutkan kursi nomor satu di UHO,” ujar Pranata Humas Ahli Madya UHO, Maulid, Jumat (10/7/2026).
Pada tahapan pemilihan akhir nanti, para calon rektor terpilih tidak hanya memperebutkan suara senat universitas, melainkan juga akan memperebutkan proporsi suara dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sesuai dengan regulasi yang berlaku. (red)




Tinggalkan Balasan