KENDARI – Insiden ketegangan antara keluarga pasien dan petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Provinsi Sulawesi Tenggara, yang videonya sempat viral di media sosial akhirnya berujung damai.
Pihak keluarga pasien telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka atas kesalahpahaman serta tindakan emosional yang sempat terjadi.
Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh rekaman video amatir yang beredar luas di Facebook, TikTok, dan Instagram. Dalam video tersebut, tampak seorang pria dengan nada tinggi mengamuk di meja administrasi RSUD Bahteramas.
Pria itu memprotes keras dan menuding adanya diskriminasi pelayanan karena dokter disebut enggan menangani pasien berinisial AN, yang diduga karena pasien tersebut menggunakan fasilitas BPJS.
Menyikapi kegaduhan yang kadung viral itu, orang tua dari pasien bernama Andri Novian (AN) mendatangi pihak rumah sakit untuk meluruskan duduk perkara. Di hadapan pihak terkait di lobi RSUD Bahteramas, perwakilan keluarga ini secara jantan mengakui adanya kesalahpahaman yang memicu tindakan intervensi verbal kepada tenaga medis.
Secara khusus, keluarga pasien menyampaikan permohonan maafnya kepada dokter spesialis yang menangani, yakni dr. Ricky Indra Kusuma. Keluarga pasien menyadari dan menyesali kesalahan mereka karena telah melakukan intervensi yang berlebihan kepada sang dokter saat di rumah sakit.
Perselisihan ini resmi ditutup secara kekeluargaan melalui penandatanganan surat pernyataan bersama di ruang pertemuan RSUD Bahteramas. Pihak manajemen rumah sakit telah menerima permohonan maaf tersebut dengan lapang dada.
RSUD Bahteramas juga mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mengedepankan komunikasi yang tenang terkait prosedur medis demi mencegah terjadinya kesalahpahaman serupa di masa mendatang. (San)





Tinggalkan Balasan