KENDARI – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) melalui Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah IV melakukan langkah tegas dengan meninjau langsung sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kota Kendari.
Peninjauan lapangan yang dilakukan pada Jumat (8/5/2026) ini bertujuan untuk menelusuri adanya potensi penyimpangan dana publik pada proyek yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Tim Korsup KPK RI yang dipimpin langsung oleh Kasatgas Pencegahan Wilayah Sultra, Basuki Haryono, melakukan uji petik di tiga lokasi berbeda guna memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan transparan dan tepat sasaran.
- Prof Gema Goeyardi Ungkap Dugaan Dana Makar Rp50 Triliun di Balik Penyadapan Presiden Prabowo
- Pernah Tangani Kasus Penghina Jokowi, Ini Rekam Jejak Irjen Himawan Bayu Aji dari Dirtipidsiber Bareskrim hingga Kapolda Sultra
- PT ANI, PT AMI hingga PT AMID Masuk Penyidikan, Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi Nikel Sultra
Didampingi oleh Tim Pemeriksa Inspektorat Daerah Sultra, tim gabungan memeriksa secara mendalam mulai dari progres pekerjaan, kualitas material, hingga kesesuaian spesifikasi teknis di lapangan agar aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui pokir benar-benar terwujud dalam bentuk pembangunan yang berkualitas.
Terdapat tiga proyek strategis yang menjadi fokus utama dalam pemeriksaan kali ini. Lokasi pertama adalah pembangunan paving block di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Abeli, yang menelan anggaran sekitar Rp 300 juta.



Tinggalkan Balasan