Polisi telah mengamankan barang bukti berupa pecahan botol dan balok kayu yang digunakan dalam aksi kekerasan tersebut. Saat ini, identitas pelaku masih diselidiki.

“Kami telah mengumpulkan keterangan dari saksi dan korban, serta mengamankan barang bukti. Kami berupaya maksimal untuk mengungkap identitas pelaku,” ujar Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Kendari, AKP Picha Armedi.

Polisi meminta masyarakat, khususnya mahasiswa di sekitar lokasi kejadian, untuk tidak melakukan aksi balasan atau tindakan yang melawan hukum.

“Kami mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Kerja sama masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban,” kata AKP Picha Armedi.

Polisi juga telah membantu pengobatan korban dan memperbaiki kerusakan di tempat kejadian. Penyelidikan akan terus dilakukan guna memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kasus ini diharapkan dapat segera terungkap, memberikan rasa aman kepada masyarakat, dan menjadi pelajaran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.

Sementara itu saat ditemui awak media, Ketua Himpunan Mahasiswa Papua, Inus, turut mengimbau seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi atas insiden ini.

“Dengan adanya kejadian ini, jangan kita terprovokasi. Adik-adik tetap tenang, aktivitas kuliah tetap jalankan, aktivitas pekerjaan tetap jalankan, jangan terpancing dan terprovokasi karenanya. Tentunya harapan kami, pelaku itu segera ditangkap. Apa yang kita jalani, jalani saja. Kalau ada salah, kita bicara baik-baik,” ujar Inus. (red)

65 / 100 Skor SEO