Kendari – Seorang anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial LON (36) dilaporkan istrinya, RMR (30), ke Polda Sultra. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perzinaan.

Kasus itu bermula saat RMR mendatangi rumah dinas yang ditempati LON di kawasan Asrama Brimob Polda Sultra, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

Kuasa hukum RMR, Laode Ahmad Julhijah, mengatakan kliennya datang untuk melihat kondisi rumah. Namun, RMR disebut curiga setelah mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.

... ...

Menurut Ahmad, kondisi tersebut dianggap tidak biasa karena pintu rumah biasanya tidak dikunci.

“Korban datang ke rumah dinas terlapor dengan tujuan melihat kondisi rumah tersebut. Namun, saya curiga setelah mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Padahal, pintu rumah tersebut biasanya tidak dikunci,” kata Ahmad saat ditemui wartawan di RS Bhayangkara Kendari.

RMR kemudian mendorong pintu hingga terbuka dan masuk ke dalam rumah. Saat itu, RMR mengaku melihat suaminya dalam kondisi tanpa busana.

RMR kemudian mempertanyakan keberadaan perempuan lain di dalam rumah. Ia selanjutnya menuju salah satu kamar, namun langkahnya disebut sempat dihalangi oleh LON.

Menurut Ahmad, kliennya akhirnya berhasil masuk ke kamar dan mengaku melihat seorang perempuan lain berada di dalamnya.

“Korban akhirnya berhasil masuk ke kamar dan mengaku melihat seorang perempuan lain berada di dalam kamar,” ujarnya.

Ahmad mengatakan perempuan tersebut juga disebut dalam kondisi tanpa busana. RMR kemudian mengeluarkan telepon seluler untuk merekam kejadian tersebut.

Namun, menurut pengakuan RMR yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, telepon selulernya kemudian diambil oleh LON.

Situasi tersebut selanjutnya disebut berujung pada dugaan kekerasan fisik. RMR mengaku mengalami sejumlah tindakan kekerasan, mulai dari mulut diremas, dibanting, dicekik hingga dibekap menggunakan bantal.

“Klien saya juga mendapat ancaman akan dibunuh, sehingga korban berusaha meyakinkan terlapor bahwa dirinya tidak akan melaporkan maupun memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak lain,” tutur Ahmad.

RMR mengaku mengalami sejumlah luka setelah kejadian tersebut. Di antaranya memar pada bagian bibir dan tangan sebelah kiri serta rasa sakit pada bagian leher.

Kuasa hukum RMR juga memperlihatkan foto yang disebut sebagai bukti luka memar yang dialami kliennya.

Setelah kejadian tersebut, RMR mendatangi Polda Sultra untuk membuat laporan. Ia meminta polisi mengusut dugaan KDRT dan perzinaan yang dilaporkannya.

Mengaku Pisah Ranjang Sejak November 2025

RMR mengaku dirinya dan LON telah pisah ranjang sejak November 2025. Menurut dia, hubungan rumah tangga keduanya mulai memburuk setelah terjadi pertengkaran yang disebut berkaitan dengan persoalan judi online (judol) dan dugaan perselingkuhan.

RMR juga mengklaim kejadian tersebut bukan pertama kalinya ia menduga suaminya berselingkuh.

“Terlapor ini sudah sering mi selingkuh dan perempuan yang berbeda-beda. Saya dapat itu sudah ketiga kalinya dan ketiganya itu tadi di Asrama Brimob. Pertama itu tahun 2020, waktu saya lagi melahirkan belum 40 hari dia selingkuh. Kemudian dia pergi Satgas juga dia selingkuh,” ujar RMR.

RMR juga mempertanyakan pengawasan internal di lingkungan Brimob Polda Sultra terkait dugaan keberadaan perempuan yang menurut pengakuannya bukan pasangan sah LON di kawasan asrama.

“Bagaimana pengawasan Brimob Polda Sultra, sehingga seorang perempuan yang bukan berstatus suami istri bisa berada di dalam asrama Brimob?” kata RMR.

Laporan RMR kini dalam penanganan Polda Sultra. Pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait serta proses penentuan status hukum LON masih menunggu tindak lanjut penyidik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polda Sultra maupun LON terkait laporan dan tuduhan yang disampaikan RMR.

Editor: Xan

Polling Lainnya di Sulawesi Tenggara
Lihat Semua Polling →
Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
59 / 100 Skor SEO