Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai membuka proses seleksi jasa konsultansi untuk pengawasan revitalisasi tiga pelabuhan penyeberangan strategis, yakni Pelabuhan Penyeberangan Torobulu di Kabupaten Konawe Selatan, Pelabuhan Penyeberangan Amolengo di Kabupaten Konawe Selatan, dan Pelabuhan Penyeberangan Baubau di Kota Baubau.
Ketiga paket tersebut diumumkan melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan metode Seleksi Prakualifikasi Dua File menggunakan evaluasi kualitas dan biaya.
Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk ketiga paket pengawasan tersebut mencapai Rp505 juta yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2026.
Rinciannya, paket Pengawasan Revitalisasi Sisi Darat Pelabuhan Penyeberangan Torobulu memiliki nilai pagu dan HPS sebesar Rp225 juta. Sementara paket Pengawasan Revitalisasi Sisi Darat Pelabuhan Penyeberangan Baubau memiliki pagu Rp157,5 juta, sedangkan Pelabuhan Penyeberangan Amolengo sebesar Rp122,5 juta.
Hingga tahap pengumuman prakualifikasi, masing-masing paket telah menarik minat peserta. Tender pengawasan Pelabuhan Torobulu diikuti 8 peserta, Pelabuhan Baubau 9 peserta, dan Pelabuhan Amolengo 8 peserta, sehingga total terdapat 25 badan usaha konsultansi yang bersaing dalam tiga paket tersebut.
Paket pengawasan ini bertujuan memastikan seluruh pekerjaan revitalisasi sisi darat pelabuhan berjalan sesuai spesifikasi teknis, jadwal pelaksanaan, standar mutu konstruksi, serta ketentuan keselamatan kerja.
Konsultan pengawas nantinya bertanggung jawab melakukan pengawasan teknis selama pekerjaan berlangsung, mulai dari pemeriksaan mutu pekerjaan, administrasi pelaksanaan proyek, hingga pengendalian waktu dan biaya.
Peserta seleksi diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang masih berlaku serta Sertifikat Badan Usaha (SBU) RK001 di bidang jasa rekayasa konstruksi.

Selain persyaratan administrasi, peserta juga harus memiliki pengalaman pekerjaan jasa konsultansi konstruksi dalam empat tahun terakhir, termasuk pengalaman pekerjaan sejenis dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir sesuai ketentuan dokumen pemilihan.
Metode evaluasi menggunakan komposisi 70 persen bobot teknis dan 30 persen bobot biaya, sehingga kualitas pengalaman dan kemampuan teknis menjadi faktor utama dalam penentuan pemenang.
Revitalisasi ketiga pelabuhan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi penyeberangan di Sulawesi Tenggara, sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah dan kelancaran mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.
Sumber: LPSE Sultra


Tinggalkan Balasan