KOLAKA — Kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Kolaka kembali memantik sorotan tajam. DPRD Kolaka mengungkap dugaan adanya permainan distribusi yang melibatkan oknum pangkalan hingga pengecer, yang diduga memperparah krisis gas bersubsidi di masyarakat.

Anggota DPRD Kolaka, Bahana Alam Sultan, menyebut temuan awal di lapangan mengarah pada adanya praktik tidak sehat dalam rantai distribusi LPG 3 kg.

“Temuan awal adanya pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa oknum pangkalan yang nakal yang diduga bermain dengan pengecer,” tegasnya.

Selain itu, DPRD juga menemukan indikasi penyimpangan lain, yakni adanya satu rumah yang menguasai lebih dari satu pangkalan LPG 3 kg. Temuan ini dinilai berpotensi membuka celah distribusi tidak tepat sasaran.

Namun di balik itu, DPRD menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak SBEM terhadap agen dan pangkalan sebagai akar persoalan yang tak kunjung selesai.