Ia juga mendorong penyediaan Balai Latihan Kerja (BLK) bagi masyarakat yang belum memiliki keahlian. Fasilitas itu dinilai diperlukan agar calon pekerja memiliki keterampilan sebelum ditempatkan di perusahaan.

Selain BLK, Zulfikar menyoroti kebutuhan asrama atau tempat penampungan bagi pekerja dari daerah lain. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat mendukung mobilitas masyarakat yang datang ke Batam untuk mencari pekerjaan.

“Konsep daripada investasi bukan hanya kita bicara infrastruktur, tapi sumber daya manusia, SDM itu juga penting,” ujar Zulfikar, seperti dikutip dari E-Media DPR RI, Sabtu (19/9/2026).

Politikus Fraksi Partai Demokrat itu juga meminta BP Batam memperhatikan kemudahan perizinan dan pelayanan investasi. Ia menilai kualitas pelayanan perlu diperkuat untuk mendukung minat investor, termasuk dari Singapura.

“Jadi service ini sekarang yang menjadi utama untuk dipecahkan dalam persoalan di Batam ini,” katanya.

Zulfikar berharap penyerapan tenaga kerja di Batam terus meningkat. Dengan dukungan kebijakan, anggaran, pelatihan, dan fasilitas yang memadai, ia berharap jumlah tenaga kerja yang terserap dapat meningkat dari sekitar 40 ribu pada 2026 hingga mencapai 100 ribu tenaga kerja.

Sumber: E-Media DPR RI — lihat sumber

25 / 100 Skor SEO