KENDARI – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana menyusul banjir besar yang melanda delapan kecamatan di Kota Kendari.

Keputusan strategis ini diambil dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda sebagai respons atas meluasnya dampak cuaca ekstrem.

Data sementara mencatat sebanyak 3.517 jiwa terdampak dengan 797 unit rumah warga yang terendam. Tidak hanya permukiman, banjir juga merendam 100 hektare sawah siap panen yang mengancam ketahanan pangan warga.

“Dengan melihat kondisi wilayah Kota Kendari saat ini, kita menetapkan status tanggap darurat bencana. Ini harus dibarengi langkah nyata dan koordinasi yang lebih kuat,” tegas Siska di ruang rapat Wali Kota, Senin (11/5/2026).

Wali Kota Siska menekankan bahwa penanganan banjir di Kendari tidak bisa dilakukan secara sederhana. Sebagai daerah muara dari beberapa kabupaten sekitar, Kota Kendari sangat rentan terhadap luapan air saat curah hujan tinggi. Siska pun meminta seluruh hasil koordinasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi segera diwujudkan dalam tindakan konkret di lapangan.

“Masyarakat tidak mau tahu ini kewenangan balai, provinsi, atau pusat. Yang mereka lihat adalah pemerintah hadir atau tidak saat banjir terjadi,” ujar Siska dengan lugas.

Menindaklanjuti status tanggap darurat tersebut, Pemerintah Kota Kendari kini telah membagi tim untuk melakukan penanganan secara masif. Fokus utama meliputi:

  • Logistik: Penyiapan dapur umum bagi warga mengungsi.

  • Kesehatan: Pengerahan layanan kesehatan keliling.

  • Sosial: Penyaluran bantuan sosial bagi ribuan terdampak.

  • Infrastruktur: Perbaikan fasilitas umum dan normalisasi sungai pascabanjir.

Wali Kota Siska bersama jajaran Forkopimda sebelumnya juga telah turun langsung meninjau kawasan Kali Wanggu yang menjadi salah satu titik banjir terparah untuk memastikan evakuasi dan distribusi bantuan berjalan maksimal. (red)

10 / 100 Skor SEO