KOLAKA – Konflik lahan di kawasan pertambangan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, memasuki babak yang semakin panas. Tak lagi sekadar sengketa kepemilikan lahan, kini PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK) Holding menyeret isu dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), dugaan pengerahan massa, hingga meminta MIND ID dan Danantara turun tangan mengusut jajaran direksi PT Vale Indonesia Tbk.
Langkah tersebut diambil setelah PT TRK melaporkan dugaan penyerobotan lahan dan dugaan perusakan alat berat ke Polres Kolaka.
Kuasa Hukum PT TRK Holding, Jumades, menilai polemik yang terjadi di Pomalaa tidak lagi sekadar konflik bisnis antarkorporasi, tetapi telah menyentuh persoalan etika perusahaan dan komitmen terhadap hak asasi manusia.
Ia bahkan meminta MIND ID selaku holding industri pertambangan dan Danantara sebagai pemegang saham untuk tidak tinggal diam.
“Kami meminta Danantara maupun MIND ID sebagai holding segera memanggil direksi PT Vale dan memberikan sanksi atas kejadian yang menurut kami sangat memalukan ini,” tegas Jumades, Rabu (29/7/2026).



Tinggalkan Balasan