KMP Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026. Kapal kemudian dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo.
Proses pencarian kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan melalui jalur laut, udara dan penyelaman. Kondisi bangkai kapal yang berada di dasar laut menjadi salah satu tantangan utama dalam proses evakuasi.
Setelah tiga jenazah ditemukan dari bagian dalam kapal, tim penyelam masih terus melakukan pencarian terhadap kemungkinan adanya korban lain yang terjebak di dalam lambung kapal.
Basarnas juga telah memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tujuh hari ke depan. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan jumlah korban yang masih hilang serta persiapan operasi salvage untuk mengangkat dan menangani bangkai kapal.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan operasi salvage membutuhkan waktu karena proses pengangkatan kapal masih dibahas bersama tim ahli dan pihak pemilik kapal.
Meski proses salvage disiapkan, operasi pencarian melalui udara dan bawah air tetap dilakukan.
Tim SAR berharap kondisi cuaca dan arus bawah laut mendukung sehingga penyelam dapat kembali masuk ke sekitar bangkai kapal untuk mencari korban yang masih belum ditemukan.
Pencarian ini menjadi perhatian besar karena hingga hari ketujuh operasi, sebanyak 126 orang masih dinyatakan hilang.
Keluarga korban pun masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
Operasi SAR kini memasuki fase lanjutan dengan dua fokus utama, yakni pencarian korban yang masih hilang dan persiapan pengangkatan bangkai KMP Virgo Transport 8. (red)



Tinggalkan Balasan